A to Z Tentang ASI

Print This Page
Send to Friends
A to Z Tentang ASI

Banyak yang tahu manfaat ASI, tapi kurang memaksimalkannya untuk pertumbuhan anak. Apa saja keistimewaan ASI dan mengapa ASI menjadi yang terbaik buat sang buah hati?.

 

 
Ibu-ibu banyak yang tahu soal manfaat ASI. Tapi, sayangnya banyak juga yang kurang memaksimalkan ASI untuk pertumbuhan buah hati. Nah, agar makin yakin dengan dahsyatnya manfaat susu “alami” ini, berikut beberapa hal yang perlu ibu ketahui tentang ASI
  1. Bagaimana sebenarnya ASI diproduksi? Ada empat fase produksi ASI. Sebelum melahirkan, hormon kewanitaan, prolaktin, hormon pertumbuhan, dan lain-lain, meningkatkan perkembangan kelenjar penghasil ASI dan saluran ASI selama kehamilan. Pada tahap selanjutnya, progresteron dan estrogen berkurang, kemudian prolaktin dan hormon lainnya merangsang produksi ASI dalam kelenjar payudara. Setelah masa kelahiran, fase ketiga terjadi di mana pengisapan payudara oleh bayi merangsang keluarnya prolaktin dan oksitoksin, karena itu produksi ASI meningkat dan kemudian dikeluarkan melalui puting. Fase keempat adalah fase pengeluaran ASI lebih lanjut, di sini bayi yang terus mengisap puting akan memelihara tingginya tingkat prolaktin dalam darah dan karena itu ASI terus keluar.
  2. Apa itu menyusui eksklusif dan menyusui dominan? Menyusui eksklusif adalah ibu tidak memberikan makanan dan minuman apapun selain ASI pada anak. Menyusui dominan adalah kondisi di mana bayi diberi makanan dan minuman lain, seperti air, sari buah, susu formula, dan lain-lain, namun bagian terbesar porsi makanan anak tetap minum ASI.
  3. Apakah ASI itu steril? Yah, ASI itu steril dan tidak mengandung bakteri atau kuman penyakit lain. Dan bahkan ASI juga mengandung berbagai zat sebagai antibodi pada anak yang berfungsi untuk mencegah terjadinya berbagai macam jenis penyakit.
  4. Apa itu kolostrum? Kolostrum adalah cairan multimanfaat yang sangat berguna untuk bayi. Ini adalah susu khusus selama beberapa hari pertama setelah persalinan. Susu ini berwarna kekuning-kuningan, kental, dan sedikit lengket. Ini mengandung nutrisi pertama yang paling penting bagi bayi karena mengandung sejumlah antibodi yang melindungi buah hati dari infeksi dan beberapa faktor pertumbuhan yang mendorong perkembangan normal pada bayi, termasuk fungsi pencernaannya.
  5. Kapan waktu menyusui paling tepat? Tak ada jadwal yang pasti tentang kebutuhan anak menyusu. Karena itu, berikanlah ASI sesuai kebutuhan si kecil, yakni setiap kali ia sedang lapar. Jadi, menyusui bukan berdasarkan interval yang teratur. Tentu, saja, mengenali anak lapar juga perlu pengertian ibunya, baik itu berkomunikasi dengan tangisan atau juga berbagai bentuk sinyal lainnya.
  6. Apakah tanda-tanda anak kurang ASI? Biasanya, ada beberapa tanda yang bisa dikenali bagi anak yang kurang ASI. Salah satu tanda yang paling mencolok adalah pertumbuhan berat badan lambat. Pipisnya sedikit dan berwarna kuning. Ia jadi sering menangis dan sering menyusu lebih lama dari biasanya. Anak yang kurang ASI juga biasanya BAB nyakering keras, atau berwarna hijau. Ia juga sedikit buang air besar, yakni kurang dari dua kali sehari.

Nah, itulah beberapa hal kecil yang perlu Ibu ketahui soal ASI. Jadi, jangan tunda ya Bu... jangan lupa katakan, ”Say Yes to ASI!”

A to Z Tentang ASI

Highlights