Komite yang membahas mengenai aspek medis dalam kebiakan makanan di
Inggris atau Comittee on Medical Aspects of Food Policy (COMA)
mengeluarkan laporan berjudul Weaning and Weaning Diet. Laporan
tersebut mengemukakan bahwa pemberian makanan padat terlalu dini atau
dengan peningkatan jumlah yang terlalu cepat berakibat buruk pada bayi.
Akibatnya sebagai berikut:
- Rusaknya sistem pencernaan
Perkembangan usus bayi dan pembentukan enzim yang dibutuhkan untuk
pencernaan memerlukan waktu 6 bulan. Sebelum sampai usia ini, ginjal
belum cukup berkembang untuk dapat menguraikan sisa yang dihasilkan
oleh makanan padat.
- Tersedak
Sampai usia 6 bulan, koordinasi saraf otot (neuromuscular) bayi belum
cukup berkembang untuk mengendalikan gerak kepala dan leher ketika ia
duduk tegak di kursi. Jadi, bayi masih sulit menelan makanan dengan
menggerakkan makanan dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya,
karena gerakan ini melibatkan susunan refleks yang berbeda dengan minum
susu.
- Meningkatkan resiko terjadinya alergi
Asma, eksem, demam tinggi, penyakit seliak atau alergi gluten (protein
dalam gandum), kacang tanah akan mudah berkembang, khususnya jika ada
riwayat alergi di dalam keluarga.
- Batuk
Penelitian bangsa Skotlandia menyatakan adanya hubungan antara
pengenalan makanan pada umur 4 bulan dengan batuk yang berkesinambungan.
- Obesitas
Penelitian telah menghubungkan pemberian makanan yang berlebih di awal
masa perkenalan dengan obesitas dan peningkatan resiko timbulnya
kanker, diabetes, dan penyakit jantung di usia lanjut.
###
Jadi, pengenalan sedikit suapan bubur bayi pertama merupakan batu
pijakan penting bagi perkembangan bayi dan apa yang dikonsumsi pada
masa bayi memiliki pengaruh pada proses tumbuh kembang bayi. Oleh
karena itu, tahun pertama dalam kehidupan bayi merupakan saat paling
tepat untuk membekalinya dengan makanan yang kaya nutrien sehingga bayi
tumbuh sebagai bayi hebat!
Sumber: Sara Lewis, "Menyiapkan makanan bayi"