Sariawan dapat membuat Si Kecil mogok makan, berbicara. Dampak lainnya,
Si Kecil juga menjadi malas bermain karena selalu mengeluarkan air liur
untuk menghindari gesekan lidah dan mulut terus menerus.
Pada bayi, sariawan pada umumnya disebabkan oleh jamur. Sedang sariawan
pada balita disebabkan akibat trauma dan jamur. Ada 3 jenis sariawan
yang kerap menyerang anak, yaitu:
-
Stomatitis apthosa
Sariawan jenis ini terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau
luka terkena sodokkan sikat gigi. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh
menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa
sakit (nyeri).
Sedang pada orang dewasa, sariawan seringkali diakibatkan oleh
pemakaian pasta gigi yang mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang
merupakan sejenis detergen, yang juga ditemukan pada pembersih lantai,
sabun tangan, bahkan shampo. Oleh karena itu, pilihlah pasta gigi yang
tidak mengandung zat tersebut.
- Oral thrush/moniliasis
Sariawan jenis ini terjadi akibat jamur candida albican yang terdapat
dan bersarang pada lidah. Jamur memang terdapat di dalam mulut. Namun
saat daya tahan tubuh menurun, didukung pula dengan penggunaan obat
antibiotik yang terus menerus (dalam jangka waktu yang lama) atau
melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican
tumbuh melebihi normal.
- Stomatitis herpetic
Sariawan jenis ini terjadi akibat virus herpes simplek. Berlokasi pada
bagian belakang tenggorokan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada
virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.
###
Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa umum terjadi
pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak menderita sariawan
moniliasis.
Tidak semua anak sering terkena sariawan. Anak-anak yang sering terkena
sariawan biasanya terkena 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Proses
penyembuhannya juga cukup lama, sekitar 7 hingga 9 hari atau 2 minggu.
Bagi anak yang jarang, umumnya mereka terkena sariawan kurang lebih 2
hingga 3 bulan sekali.
Gejala sariawan
Gejala sariawan pada bayi berupa:
- Suhu badan meninggi hingga 40 derajat
Celcius
- Mengeluarkan air liur lebih dari biasa
- Rewel, tak mau makan
(makanan dimuntahkan)
- Tidak mau susu botol dan ASI
- Gelisah terus
menerus
- Bau mulut yang tidak sedap.
Gejala sariawan pada balita berupa:
- Suhu
yang naik tak terlalu tinggi
- Nafsu makannya berkurang.
- Lidah menjadi agak licin, berwarna
kemerah-merahan, timbul luka pada bagian bawah dan pinggir atau pada
belahan bagian tengah lidah.
- Tampak bintik-bintik putih pada pipi
bagian dalam
- Terdapat benjolan kecil yang dapat pecah
sehingga mulut terasa perih.
Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali sariawan akibat jamur
yang harus diobati dengan obat anti jamur. Masa penyembuhan relatif
lama, kurang lebih seminggu. Jika tak segera diobati, dapat
berkelanjutan meski hanya menyebar di sekitar mulut saja. Tapi jamur
yang tertelan dan melewati pembuluh darah, juga bisa menyebabkan diare.