Sariawan

Print This Page
Send to Friends
Sariawan

Sariawan dengan istilah kedokterannya dikenal dengan nama Recurrent Apthous Stomatis (RAS) tidak hanya menyerang orang dewasa. Sariawan juga dapat menyerang anak kecil bahkan bayi yang berusia 6 hingga 24 bulan.

 

 

Sariawan dapat membuat Si Kecil mogok makan, berbicara. Dampak lainnya, Si Kecil juga menjadi malas bermain karena selalu mengeluarkan air liur untuk menghindari gesekan lidah dan mulut terus menerus.

Pada bayi, sariawan pada umumnya disebabkan oleh jamur. Sedang sariawan pada balita disebabkan akibat trauma dan jamur. Ada 3 jenis sariawan yang kerap menyerang anak, yaitu:

  1. Stomatitis apthosa

    Sariawan jenis ini terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau luka terkena sodokkan sikat gigi. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa sakit (nyeri).

    Sedang pada orang dewasa, sariawan seringkali diakibatkan oleh pemakaian pasta gigi yang mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang merupakan sejenis detergen, yang juga ditemukan pada pembersih lantai, sabun tangan, bahkan shampo. Oleh karena itu, pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung zat tersebut.

  2. Oral thrush/moniliasis

    Sariawan jenis ini terjadi akibat jamur candida albican yang terdapat dan bersarang pada lidah. Jamur memang terdapat di dalam mulut. Namun saat daya tahan tubuh menurun, didukung pula dengan penggunaan obat antibiotik yang terus menerus (dalam jangka waktu yang lama) atau melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican tumbuh melebihi normal.

  3. Stomatitis herpetic

    Sariawan jenis ini terjadi akibat virus herpes simplek. Berlokasi pada bagian belakang tenggorokan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.

###

Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa umum terjadi pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak menderita sariawan moniliasis.

Tidak semua anak sering terkena sariawan. Anak-anak yang sering terkena sariawan biasanya  terkena 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Proses penyembuhannya juga cukup lama, sekitar 7 hingga 9 hari atau 2 minggu. Bagi anak yang jarang, umumnya mereka terkena sariawan kurang lebih 2 hingga 3 bulan sekali.

Gejala sariawan

Gejala sariawan pada bayi berupa:

  1. Suhu badan meninggi hingga 40 derajat Celcius
  2. Mengeluarkan air liur lebih dari biasa
  3. Rewel, tak mau makan (makanan dimuntahkan)
  4. Tidak mau susu botol dan ASI
  5. Gelisah terus menerus
  6. Bau mulut yang tidak sedap.

Gejala sariawan pada balita berupa:

  1. Suhu yang naik tak terlalu tinggi
  2. Nafsu makannya berkurang.
  3. Lidah menjadi agak licin, berwarna kemerah-merahan, timbul luka  pada bagian bawah dan pinggir atau pada belahan bagian tengah lidah.
  4. Tampak bintik-bintik putih pada pipi bagian dalam
  5. Terdapat benjolan kecil yang dapat pecah sehingga mulut terasa perih.

Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali sariawan akibat jamur yang harus diobati dengan obat anti jamur. Masa penyembuhan relatif lama, kurang lebih seminggu. Jika tak segera diobati, dapat berkelanjutan meski hanya menyebar di sekitar mulut saja. Tapi jamur yang tertelan dan melewati pembuluh darah, juga bisa menyebabkan diare.

Highlights